Wisata Sejarah : Ironi Megahnya Kota New York yang Dibangun di Atas Makam Budak Afrika - ginza2016

Breaking

Header Ads

ads

Rabu, 26 September 2018

Wisata Sejarah : Ironi Megahnya Kota New York yang Dibangun di Atas Makam Budak Afrika



Kota New York di Amerika Serikat merupakan salah satu kota yang pernah menghadapi masa suram dengan mendapat kemakmuran dari perdagangan budak Afrika. Di balik gedung-gedung pencakar langitnya yang tinggi dan megah, ternyata terdapat ironi di balik berdirinya kota New York di Amerika Serikat.

Pada masa lalu, New York adalah tempat perbudakan dengan banyak orang Afrika yang diperbudak di kota ini daripada kota lain sebelum Revolusi Amerika. Selama periode itu, 1 dari setiap 5 penduduk New York diperbudak, dan fakta lain mengungkapkan bahwa 40 persen rumah tangga kolonial di New York memiliki budak.

Karena hal itu New York menjadi salah satu kota terbesar dengan industri perdagangan budaknya, di mana pada waktu itu masih terkenal dengan sebutan New Amsterdam. Yang juga ironis, para budak banyak yang mati konon dikubur di bawah kota New York.

Pada saat itu, para budak tidak dapat dikubur di NYC akhirya tubuh mereka di tarik keluar tepat di batas kota dan dimakamkan secara serampangan.

Jika Anda berjalan sepanjang Chambers Street di Lower Manhattan, di bawahnya ada 20 ribu mantan budak. Seiring berjalannya waktu, kota ini tumbuh dan tidak ada yang perpikir tentang apa pun tentang pembangunan tentang fata di bawah kota ini.

Namun, menurut catatan umum, terungkap sejumlah 419 mayat ditemukan pada tahun 1990-an di New York. Hal ini mengungkapkan sisi suram yang terlupakan di tengah episentrum AS dan kapitalisme global.

Tanah kuburan abad ke-18 yang besar ditemukan selama penggalian yang susah payah - setelah pembangunan gedung pencakar langit yang gagal di tempat itu . Akhirnya mengungkap sisa-sisa kerangka dari sekitar 419 orang Afrika, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Hal itu menunjukkan fakta memilukan di mana banyak para budak Afrika yang telah mati dan dikubur di sana. Sejak saat itu, sebuah monumen telah dibangun untuk semua orang yang mati terlupakan. Tetapi kebanyakan sudah tidak akan pernah digali lagi.

Hal itu seolah menguak tabir di New York, semua bangunan di sepanjang Chambers Street dan seterusnya akan terus berdiri di atas salah satu kuburan massal paling memalukan di Amerika.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar