8 Jenis Makanan ini Diyakini Bisa Meredakan Stres - ginza2016

Breaking

Header Ads

ads

Jumat, 26 Oktober 2018

8 Jenis Makanan ini Diyakini Bisa Meredakan Stres


Banyak orang "lari" kepada makanan, bahkan tak jarang makanan tak sehat saat pikiran penuh dengan tekanan.  Padahal, makanan semacam itu biasanya juga bergizi rendah, dan justru tak dapat mengurangi rasa stres.  Bukan tidak mungkin pula, asupan semacam itu menjadi pemicu bertambahnya berat badan, yang berdampak pada melambungnya rasa cemas.

Kabar baiknya, para ahli menyebut ada beberapa bahan makanan yang disebut mampu membantu meredakan stres.  "Yang terbaik adalah mencoba, dan memasukkan bahan-bahan ini ke dalam diet setiap hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal."
Demikian kata Ahli Gizi Melissa Eboli, seperti dikutip dari laman Elitedaily.

Dengan kata lain, beberapa bahan ini dapat bekerja secara instan, dan mengonsumsinya secara teratur akan sangat membantu meredakan kecemasan.  Selain itu, bahan makanan tersebut juga memiliki rasa yang nikmat, dan bisa ditambahkan dalam makanan favorit kita.

1. Biji bunga matahari

Menurut Eboli, biji bunga matahari adalah bahan yang bagus untuk ditambahkan dalam hidangan, demi mengurangi stres.

Ahli gizi Cynthia Sass kepada CNN mengatakan, biji bunga matahari kaya akan magnesium.  Nah, magnesium telah terbukti membantu meringankan depresi, kelelahan, dan meredakan emosi.

Kita bisa menambahkan biji bunga matahari pada salad atau sebagai topping untuk sajian pasta.  Jika kita bukan penggemar biji bunga matahari, kita bisa menggantinya dengan kacang mete, biji labu, atau almond.

2. Kacang-kacangan

Stres menguras persediaan vitamin B dalam tubuh.  Untuk mengatasinya, kita bisa mengonsumsi kacang.

"Vitamin B menjaga neurotransmiter yang merangsang rasa bahagia dan membantu menangani respons stres fight-or-flight," kata Psikolog, Ellen Albertson di laman Eatingwell.

Periset dari Penn State menemukan kandungan potasium dalam kacang juga dapat mengurangi tekanan darah, dan mengurangi tekanan di jantung.

3. Paprika merah

Paprika merah mengandung vitamin C hampir dua kali lipat dari jeruk, yaitu sekitar 95 miligram per porsi.  Sementara itu, jeruk hanya mengandung 50 miligram per porsi.

Dalam riset Psychopharmacology, mereka yang mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi sebelum melakukan kegiatan yang memicu stres, memiliki tekanan darah lebih rendah. Mereka juga mengalami pemulihan dari lonjakan kortisol yang cepat daripada orang yang mengonsumsi plasebo.

"Diet yang mengandung makanan kaya vitamin C menurunkan kortisol dan membantu orang mengatasi stres," kata Pakar Diet Elizabeth Somer.

4. Bayam

Menurut Ahli Gizi dan Nutrisi Heather Mangieri, sayuran berdaun hijau seperti bayam mengandung folat.  Folat dapat menghasilkan dipamin, yang merupakan bahan kimia otak untuk merangsang perasaan bahagia dan membantu kita tetap tenang.

Selain diolah menjadi makanan, kita bisa mengolahnya dengan cara diblender dan dicampurkan ke dalam smoothie. Selain itu, kita bisa menambahkannya ke dalam campuran omelet tahu.

Kita juga bisa menambahkannya ke dalam beragam bahan makanan favorit. Namun, kandungan gizi dalam bayam akan hilang sata kita memanaskannya.

5. Cokelat

 
Selain rasanya yang nikmat, cokelat juga bisa menjadi pereda stres.  Eboli mengatakan makanan lezat ini bisa meminimalkan stres, terutama cokelat hitam.  Kita bisa menambahkan cokelat dalam hidangan penutup atau berbagai olahan lain sesuai selera, tanpa khawatir adanya efek samping.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Proteome Research membuktikan, hanya dalam dua minggu orang-orang yang mengonsumsi cokelat dengan cokelat sebesar 1,4 ons setiap hari, memiliki kadar hormon kortisol yang rendah.

Demi mendapatkan manfaat yang maksimal, pilih cokelat dengan kandungan kakao minimal 70 persen.  Namun, cokelat hitam tinggi kalori.  Jadi, jangan terlalu banyak mengonsumsinya.

6. Salmon

Somer menjelaskan, omega-3, khususnya DHA, dapat menjaga kesehatan mental.

Riset dalam Brain, Behavior and Immunity menemukan, orang yang setiap hari mengonsumsi suplemen omega-3, yang mengandung DHA dan EPA, tingkat kecemasannya berkurang.  Tingkat kecemasan tersebut berkurang hingga 20 persen hanya dalam 12 minggu.

Bahan makanan yang kaya omega-3 bisa berupa biji rami, walnut, dan kedelai. Mengonsumsi sekitar dua porsi salmon dalam seminggu atau minyak ikan lainnya sudah mampu memenuhi kebutuhan kita.  Demi memastikannya, kita bisa berkonsultasi dengan dokter.

7. Oatmeal

Albertson menyebutkan, oatmeal juga membantu menghasilkan neutransmitter serotonin yang membantu mengurangi stres.  Penelitian di Archives of Internal Medicine menunjukkan, mereka yang mengonsumsi karbohidrat merasa lebih tenang daripada mereka yang menghindarinya.

Orang yang menghindari konsumsi karbohidrat justru merasa tertekan.  Namun, tidak semua karbohidrat memiliki manfaat yang sama.

Karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta dicerna tubuh lebih cepat dan meningkatkan gula darah.  Inilah yang menbuat karbohidrat jenis ini dapat memperburuk suasana hati dan meningkatkan stres.

Jadi, pilihlah karbohidrat kompleks seperti oatmeal, yang dicerna lebih lambat dan tidak meningkatkan gula darah.

8. Teh herbal 

 
Riset dari University of College London menemukan, orang yang suka minum teh rendah risikonya untuk mengalami stres.  Mereka juga memiliki kadar kortisol yang rendah daripada mereka yang minum plasebo.

Meski teh yang dipakai dalam riset tersebut adalah teh hitam berkafein, kafein dapat meningkatkan respons stres pada banyak orang.  Jadi, pilihlah minuman yang bebas kafein atau teh herbal.  Kathie Swift, Ahli Gizi Integratif, mengatakan, minum teh herbal seperti chamomile, peppermint atau teh jahe mampu menenangkan saluran pencernaan.

"Inilah yang dapat membantu meringankan stres dengan menenangkan sistem saraf di usus kita," kata Kathie Swift.(TRIBUNJOGJA.COM)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar